Muara Teweh, Neonusantara.id – Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan mewakili Bupati H. Shalahuddin membacakan pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Barito Utara, Senin (30/3/2026).
Dalam penyampaiannya, Wabup menegaskan bahwa LKPj merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakat atas pelaksanaan pembangunan selama satu tahun anggaran.
“Bagi Pemkab Barito Utara, momen ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab moral kami kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 73,58, penurunan angka kemiskinan menjadi 5,52 persen, serta tingkat pengangguran yang turun menjadi 4,54 persen.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Barito Utara secara umum.
“Kita patut bersyukur karena Indeks Pembangunan Manusia kita naik menjadi 73,58. Angka kemiskinan kita juga turun ke 5,52 persen dan pengangguran berkurang jadi 4,54 persen,” katanya.
Namun demikian, Wabup juga mengungkapkan adanya sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi yang turun dari 5,03 persen menjadi 3,12 persen.
Selain itu, tingkat ketimpangan pendapatan yang tercermin dari Gini Ratio juga mengalami kenaikan menjadi 0,328.
“Data ini bukan untuk disembunyikan, tapi jadi alarm bagi kami di jajaran Pemkab untuk terus mengevaluasi diri dan bekerja lebih keras lagi demi pemerataan ekonomi,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai data tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran ke depan.
Rapat paripurna ini menjadi bagian dari mekanisme akuntabilitas sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan yang lebih merata di Barito Utara. (red)





















