banner 728x250

Sinergi Dislutkan dan OJK Dorong Penguatan Ekonomi Biru di Kalteng

Foto: Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni berfoto bersama Ketua OJK Kalteng. (Istimewa)

Palangka Raya, Neonusantara.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan audiensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di ruang kerja Kepala Dislutkan, Jumat (23/01/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor kelautan dan perikanan melalui integrasi program keuangan inklusif dan pengembangan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan itu, OJK memaparkan rencana pelaksanaan Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang terintegrasi dengan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz mengatakan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. “Melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif dan pengembangan ekonomi daerah, kami ingin membuka akses pembiayaan yang lebih luas serta mendukung kawasan shrimp estate agar tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni menegaskan bahwa pengembangan wilayah pesisir menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan sektor jasa keuangan sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha di bidang perikanan.

“Sinergi dengan lembaga keuangan menjadi kunci agar nelayan dan pembudidaya dapat memperoleh akses pembiayaan yang memadai dan berkelanjutan,” katanya.

Pembahasan juga menyoroti pengembangan kawasan shrimp estate yang akan diintegrasikan dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, Dislutkan menilai komoditas unggulan seperti udang vaname memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk ekspor. Penguatan rantai nilai dan dukungan pembiayaan dinilai penting untuk meningkatkan daya saing komoditas tersebut di pasar global.

“Pengembangan udang vaname diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Sri Widanarni. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *