banner 728x250

Pemprov Kalteng Perluas Akses Pembelajaran Bahasa Asing Virtual di Seluruh Sekolah

Foto: Para siswa sekolah sedang mengikuti program pembelajaran bahasa asing. (Istimewa)

Palangka Raya, neonusantara.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat implementasi Program Pembelajaran Bahasa Asing Virtual bagi siswa SMA dan SMK di seluruh wilayah Kalteng. Program yang diluncurkan di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran ini kini menjadi kegiatan rutin harian yang diikuti siswa dari berbagai kabupaten dan kota, Kamis (30/10/2025).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini bertujuan untuk memperluas kesempatan belajar bahasa asing bagi seluruh peserta didik, termasuk di daerah yang sulit dijangkau tenaga pengajar.

“Dengan sistem virtual, semua sekolah bisa mengakses pembelajaran bahasa asing secara serentak tanpa dibatasi jarak. Ini langkah strategis agar siswa di daerah terpencil juga punya kesempatan sama dengan yang di kota,” ucap Reza.

Ia menambahkan, kegiatan belajar dilakukan secara terjadwal setiap hari dengan variasi bahasa seperti Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis. Program ini juga dipantau langsung oleh Dinas Pendidikan agar penerapan di sekolah berjalan efektif dan terukur.

“Melalui dukungan digital, anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan pengajar dari berbagai sekolah. Kami berharap, dengan cara ini mereka lebih cepat menguasai komunikasi lintas budaya,” lanjutnya.

Menurut Reza, keberhasilan program ini merupakan hasil dari dorongan dan arahan Gubernur Agustiar Sabran yang menekankan pentingnya peningkatan kemampuan global generasi muda Kalteng. Pemerintah Provinsi juga tengah menyiapkan langkah pengembangan dengan menambahkan Bahasa Portugis dalam kurikulum virtual.

“Penambahan Bahasa Portugis ini mengikuti arahan Bapak Gubernur dan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama pendidikan dengan negara-negara berbahasa Portugis. Kami ingin siswa Kalteng memiliki cakrawala internasional yang lebih luas,” tuturnya.

Sementara itu, para pendidik di sekolah turut menyambut positif inovasi ini. Mereka menilai, pembelajaran bahasa asing berbasis digital memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi siswa sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum.

“Program ini membuat siswa kami lebih aktif dan berani berbicara dalam bahasa asing. Selain itu, mereka juga belajar menghargai keragaman budaya dari berbagai negara,” ungkap Kasyudi Salting, guru Bahasa Inggris di SMK Negeri 1 Palangka Raya.

Melalui langkah berkelanjutan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mencetak generasi muda yang berdaya saing global, cerdas berkomunikasi lintas budaya, dan siap menjadi bagian dari masyarakat dunia yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *