banner 728x250

Doa bersama Lintas Agama jadi Momentum Jaga Kerukunan di Kalteng

Foto: Suasana doa lintas agama yang di gelar di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.

Palangka Raya, neonusantara.id – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (2/9/2025), saat digelar doa lintas agama yang diinisiasi oleh Gubernur H. Agustiar Sabran.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas), paguyuban, tokoh agama, serta kalangan pemuda.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya doa bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebangsaan.

“Doa ini penting sebagai wadah untuk menyatukan langkah kita dalam menjaga persaudaraan dan kebersamaan di Bumi Tambun Bungai,” ucap Agustiar.

Ia menegaskan bahwa persatuan adalah benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus tameng dari isu-isu yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

“Saya mengajak agar kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi. Filosofi huma betang harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Selain doa kebangsaan, Gubernur juga menggelar pertemuan bersama tokoh lintas agama dan perwakilan berbagai suku di Istana Isen Mulang. Pertemuan ini menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat, serta menjaga suasana aman, damai, dan kondusif di Kalteng.

“Kalimantan khususnya Kalteng adalah daerah yang kaya akan keberagaman. Karena itu, nilai toleransi, persatuan, dan gotong royong harus senantiasa dijunjung tinggi. Perbedaan agama maupun suku jangan menjadi pemisah, tetapi menjadi kekuatan bersama untuk membangun Kalimantan Tengah yang lebih maju dan sejahtera,” imbuh Gubernur.

Sementara itu Ketua Umum DPN Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia Kalimantan Tengah, Yansen A. Binti, menyampaikan bahwa doa bersama ini sangat berarti bagi upaya memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Kami dari Ormas dan paguyuban di Kalimantan Tengah hadir memberikan dukungan penuh untuk kegiatan yang diprakarsai Bapak Gubernur. Doa lintas agama ini penting untuk menjaga kedamaian, baik di Bumi Tambun Bungai maupun untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ungkap Yansen.

Ia menekankan bahwa doa bersama lintas agama menjadi sarana untuk meredakan situasi pasca terjadinya unjuk rasa yang menimbulkan kerugian dan korban jiwa.

“Belakangan ini kita melihat ada ketegangan yang muncul dari aksi demonstrasi hingga menimbulkan korban, baik dari masyarakat maupun aparat. Karena itu, doa lintas agama menjadi langkah bersama agar suasana kembali damai dan kita bisa fokus membangun daerah,” tambahnya.

Melalui doa bersama ini, diharapkan terjalin solidaritas yang semakin erat di antara semua elemen masyarakat, sehingga potensi perpecahan dapat dihindari dan Kalimantan Tengah tetap menjadi tanah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *