Pangkalan Bun, neonusantara.id — Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran bersama Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah meninjau lahan demplot atau balai benih pertanian di Jalan Padat Karya, Gang Rambutan, Kelurahan Baru, Senin (4/8/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pemanfaatan aset daerah berjalan optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, lahan yang sejak lama digunakan untuk pengembangan benih padi unggul ini merupakan aset milik pemerintah daerah dan memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor pertanian di Kalimantan Tengah.
“Kita mendorong agar lahan ini dimanfaatkan sepenuhnya sebagai pusat pengembangan pertanian dan benih unggul. Potensinya besar untuk menopang ketahanan pangan,” kata Agustiar.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor DA.07/D.I.5/IV-1974 dan dokumen pendukung lainnya, termasuk surat dari Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat pada April 1974, lahan tersebut berstatus hak pakai pemerintah. Klaim pihak lain dinyatakan tidak sah setelah surat-surat yang diajukan terbukti non identik melalui hasil uji Laboratorium Forensik, sebagaimana tertuang dalam surat Bareskrim POLRI tertanggal 24 Februari 2025.
Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 3120K/PDT/2014 pada 28 Agustus 2015 menolak permohonan kasasi dan mempertegas lahan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Bupati Hj. Nurhidayah menjelaskan, sejak 1974 lahan seluas sekitar 10 hektare ini dimanfaatkan untuk program demplot pertanian oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga tidak pernah menjadi hak milik pribadi.
“Lahan ini adalah hak pakai pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam program pertanian,” ujarnya.
Dengan status hukum yang sudah jelas, Gubernur Agustiar Sabran berharap semua pihak dapat menjaga dan mendukung pemanfaatan lahan demi kepentingan bersama.
“Kita harus menjaga aset daerah agar memberi manfaat maksimal bagi rakyat dan memperkuat kemandirian sektor pertanian,” tutupnya.(red)





















