banner 728x250

Pemprov Kalteng Dorong TPID Percepat Penyusunan Road Map Pengendalian Inflasi

Foto: Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. (Istimewa)

Palangka Raya, neonusantara.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di tingkat kabupaten dan kota untuk segera menuntaskan penyusunan peta jalan (road map) pengendalian inflasi tahun 2025–2027.

Upaya ini dinilai penting untuk memastikan seluruh daerah memiliki arah kebijakan yang sinkron dan strategis dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, usai mengikuti Rapat Pembahasan Kondisi Inflasi Terkini dan Tindak Lanjut Penyelesaian Road Map TPID 2025–2027 di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (9/7/2025).

Menurut Yuas, penyusunan road map bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari perencanaan jangka menengah yang harus disusun secara terstruktur dan berbasis data.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini kondisi di lapangan masih beragam. Beberapa daerah telah menyelesaikan tahap akhir penyusunan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses awal.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya percepatan dan kolaborasi antarpihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Yuas menegaskan bahwa Pemprov Kalteng telah lebih dulu menyusun road map pengendalian inflasi untuk tiga tahun ke depan, dan dokumen tersebut tetap terbuka untuk penyempurnaan.

“Road map ini menjadi acuan penting dalam menyusun langkah konkret di masing-masing daerah. Kami harap TPID kabupaten/kota tidak hanya mengejar penyelesaian dokumen, tetapi juga memastikan implementasinya selaras dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik mencatat bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalteng pada Juni 2025 mencapai 0,32 persen (mtm) atau 1,06 persen (yoy).

Meski masih dalam kategori terkendali, angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi.

Kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti bawang merah, angkutan udara, dan cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi. Namun, beberapa penurunan harga pada beras, ikan nila, dan bensin turut menahan laju kenaikan inflasi secara keseluruhan.

Dalam rapat tersebut turut hadir Kepala Kanwil Bulog Kalteng Budi Cahyanto, Deputi Bank Indonesia Andrian Pangestu, perwakilan BPS Kalteng, serta para Kepala Perangkat Daerah dan TPID se-Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *