banner 728x250

‎Konferda V GAMKI Kalteng 2025: Sinergi Pemuda Kristen untuk Membangun Daerah‎

Foto: Penabuhan gendang tanda dimulainya Konferda V DPD GAMKI Kalteng.

‎Palangka Raya, neonusantara.id – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Konferensi Daerah Ke V 2025. Bertempat di Bahalap Hotel Palangkaraya, pada Selasa (12/8/2025).

‎Bertemakan “Pulihkanlah Negeri Kami” dengan Subtema “Mewujudkan Kepemimpinan Pemuda Kristen yang Transformative.”

Dimana melalui Konferda tersebut, GAMKI Kalteng menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan.

‎Ketua DPD GAMKI Kalteng, Winda Natalia dalam sambutan menyampaikan
‎Konferda ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan proses konsolidasi organisasi yang strategis.

‎“GAMKI berkomitmen mencetak pemimpin muda yang siap membangun daerah, dengan menjunjung nilai Pancasila dan ajaran Kristus,” ujar Winda.

‎Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemerintah, serta mendorong seluruh anggota tetap bersatu dalam kasih, dan pelayanan demi kemajuan Provinsi Kalteng.

‎”Kami berharap GAMKI terus menjadi wadah pembinaan generasi muda Kristen. Yang tidak hanya aktif dalam pelayanan, tetapi juga memberikan solusi dan dampak positif ditengah masyarakat,” tambahnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GAMKI, Happy Leunard Lelapary, menyampaikan mengenai dinamika internal yang tengah melanda DPD GAMKI Kalteng, khususnya terkait dualisme kepemimpinan yang menimbulkan ketegangan organisasi.

‎Menurut Happy, perbedaan pandangan dan prinsip menjadi akar masalah, namun penyelesaiannya harus dilakukan melalui cara-cara gerejawi, bukan politik praktis.

‎Ia mengungkapkan bahwa DPD GAMKI Kalteng telah melakukan investigasi, dan menemukan adanya indikasi rekayasa dalam proses Konferensi Umum Daerah (Kumperda) sebelumnya yang dinilai melanggar aturan organisasi.

‎”Mereka yang saat ini, berjuang bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk mendapatkan pengakuan, kebenaran, dan keadilan,” ujar Happy.

‎Lanjutnya, saat ini dua jalur tengah dipertimbangkan menunggu keputusan dalam Kongres GAMKI di Makassar 2026 atau menempuh gugatan hukum terhadap keputusan DPP.

‎Ia juga menambahkan, melakukan koordinasi dengan DPP guna meninjau ulang persoalan ini, dan mencari solusi yang adil dan tepat demi menjaga marwah dan kesatuan organisasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *