Palangka Raya, neonusantara.id — Upaya modernisasi administrasi desa di Kalimantan Tengah semakin diperkuat dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Pemerintah Desa (SIAPDes) Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah di Palace Ballroom Hotel Aquarius, Palangka Raya, pada Senin, 21 Juli 2025.
Kegiatan Bimtek ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi yang menyasar tata kelola desa, agar lebih responsif, transparan, dan efisien dalam melayani masyarakat. Sebanyak 194 peserta dari berbagai desa di Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan yang akan berlangsung hingga 23 Juli 2025.
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Tengah, H. Aryawan, menyampaikan bahwa SIAPDes bukan sekadar sistem informasi, tetapi juga menjadi alat transformasi dalam memperkuat kinerja aparatur desa.
“Kami ingin desa-desa di Kalteng mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik. SIAPDes adalah instrumen penting untuk memastikan proses administrasi tidak lagi manual, tapi serba digital, cepat, dan akurat,” ujar Aryawan saat membuka kegiatan.
Aryawan menambahkan bahwa SIAPDes telah dirancang mengikuti standar yang tertuang dalam Permendagri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa. Lebih dari itu, sistem ini sudah terhubung dengan data kependudukan secara resmi melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurutnya, dengan integrasi tersebut, validitas data akan lebih terjamin dan layanan desa dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga secara lebih tepat.
“Ini akan mencegah tumpang tindih data dan membantu desa menyusun kebijakan yang berbasis pada data riil masyarakat,” jelasnya.
Bimtek ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemprov Kalteng dalam mendukung konsep Smart Village yang selama ini terus digalakkan. Aryawan mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami aplikasi secara teknis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks pelayanan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.
“Perubahan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi dari semua pihak agar SIAPDes benar-benar menjadi sistem kerja yang diterapkan di seluruh desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Dinas PMD Provinsi Kalteng, Bernie Saputra, menjelaskan bahwa peserta Bimtek berasal dari berbagai latar belakang aparatur desa dan operator sistem. Mereka akan mendapatkan pelatihan teknis dan simulasi langsung terkait penggunaan aplikasi SIAPDes.
“Pelatihan ini kami rancang agar peserta siap menerapkan aplikasi di desanya masing-masing. Harapannya, semua desa bisa mengelola data administrasi secara digital dengan akuntabel dan efektif,” ucap Bernie.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong desa-desa di Kalimantan Tengah menuju tata kelola yang modern dan partisipatif. (red)



















