banner 728x250

Superapp Huma Betang Diintegrasikan, Data Jadi Kunci Efisiensi Layanan Publik

Foto: Suasana rapat yang diinisiasi oleh Diskominfosantik Provinsi Kalteng. (Istimewa)

Palangka Raya, neonusantara.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat fondasi transformasi digital daerah melalui integrasi sistem layanan publik berbasis teknologi. Langkah ini diwujudkan lewat pengembangan Aplikasi Kartu Huma Betang yang kini memasuki tahap sinkronisasi data antarsektor. Rapat sinkronisasi data ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, pada Senin, 21 Juli 2025, di Aula Kanderang Tingang.

Dalam forum tersebut, Rangga menekankan bahwa penguatan infrastruktur digital bukan hanya soal kemajuan teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem layanan yang berpihak pada masyarakat. Melalui Huma Betang Center, pemerintah daerah ingin menghadirkan wajah baru birokrasi yang responsif, terhubung secara real-time, dan didukung oleh kecerdasan buatan sebagai alat bantu utama.

Rangga menjelaskan bahwa Huma Betang Center mengintegrasikan seluruh perangkat daerah, masyarakat, dan pemimpin daerah dalam satu sistem yang berpijak pada nilai-nilai lokal. Filosofi keterbukaan, kolaborasi, dan keberagaman menjadi dasar pendekatan teknologi yang digunakan.

Aplikasi Kartu Huma Betang dikembangkan sebagai superapp yang menyatukan berbagai layanan publik dalam satu platform, baik melalui web maupun perangkat mobile. Sistem ini diperkuat dengan teknologi Artificial Intelligence dan Machine Learning untuk mempercepat dan mengotomatisasi proses pelayanan publik.

Salah satu fitur unggulannya adalah Kalina, asisten digital berbasis AI yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, memperbarui data kependudukan, serta mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan. Kalina beroperasi selama 24 jam penuh dengan kemampuan verifikasi data dan integrasi langsung dengan basis data Organisasi Perangkat Daerah.

Selain itu, teknologi pemantauan media pintar turut disematkan dalam sistem Huma Betang. Fitur ini memungkinkan pemantauan isu strategis, analisis sentimen publik, dan deteksi peristiwa penting secara cepat melalui ribuan sumber informasi daring dan media sosial setiap harinya. Hasil pemantauan langsung terhubung ke sistem lintas OPD, memudahkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi.

Diskominfosantik juga menjabarkan rencana integrasi data strategis lintas sektor dalam satu ekosistem digital yang luas. Data yang dikelola meliputi kependudukan, keuangan daerah, pelayanan publik, perizinan, keamanan, sosial, kesehatan, pendidikan, perdagangan, hingga data khusus untuk mendukung konsep Provinsi Cerdas (Smart Province).

Hingga saat ini, sejumlah database telah dirancang untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sektor penting, seperti data penerima bantuan sosial, pejabat publik, aset daerah, serta data ekonomi daerah yang mencakup produksi pertanian, UMKM, dan aktivitas perdagangan. Semua informasi ini akan dikelola secara terpadu untuk memperkuat transparansi dan efisiensi birokrasi.

Diskominfosantik mengharapkan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah untuk menyuplai data yang akurat dan terkini. Data tersebut mencakup informasi penyaluran bantuan, jadwal kegiatan, serta format standar untuk mendukung sinkronisasi antar sistem. Langkah ini krusial karena Aplikasi Kartu Huma Betang diproyeksikan akan menyalurkan layanan kepada sekitar 400 ribu penerima di seluruh Kalimantan Tengah.

Rapat sinkronisasi ini diikuti oleh sejumlah perwakilan OPD yang mengelola basis data sektoral, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Tengah.

Dengan pengembangan sistem ini, Pemprov Kalteng menegaskan visinya untuk menjadi provinsi digital berbasis kearifan lokal, yang mampu menghadirkan layanan publik yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *