banner 728x250

Malam Puncak CKCM 2025, Teater Mini UPT Taman Budaya Dipadati Penonton

Foto: Penampilan seni yang memeriahkan malam puncak kegiatan CKCM 2025.

Palangka Raya, neonusantara.id — Malam puncak Central Kalimantan Choreographer Meeting (CKCM) 2025 yang dilaksanakan pada Jum’at Malam (11/7/2025), di Teater Mini UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah (Kalteng), Jalan Tamanggung Tilung XIII, Palangka Raya ramai dipadati penonton.

Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti dalam acara tersebut menyampaikan, kegiatan ini untuk pertama kalinya menggunakan teater mini sebagai tempat pertunjukan.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan CKCM 2025, setelah sebelumnya dilaksanakan workshop, dan malam ini adalah acara puncaknya,” ujar Wildae.

Menurutnya melalui acara workshop sebelumnya, ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru, salah satunya tentang cara pandang terhadap seni kontemporer, yang benar-benar membuka pengetahuan.

Ia juga mengaku bangga kepada para pelaku seni, yang hingga saat ini telah berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, di UPT Taman Budaya Kalteng.

Hal tersebut menurutnya mampu menepis stigma-stigma negatif, yang beredar terkait dengan kondisi UPT Taman Budaya Kalteng.

“Kami berharap para pelaku seni khususnya di Kalimantan Tengah, dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di UPT Taman Budaya,” ujarnya.

Sehingga ketika UPT Taman Budaya Kalteng dikembangkan, maka suasananya akan hidup serta dikenal tidak hanya di Kota Palangka Raya saja, namun hingga nasional bahkan Internasional.

Adapun UPT Taman Budaya Kalteng, yang berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng, tentunya selau mendukung Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, dalam program Huma Betang khususnya pada bagian Belom Bahadat.

Sementara itu Plt. Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng, yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Disbudpar Kalteng, Yosias, dalam sambutannya sesuai dengan tema CKCM 2025 yakni “Lepas Landas” menurutnya bukan hanya ajang biasa.

“Kegiatan ini merupakan ruang baru dan panggung inovasi bagi perkembangan seni tari di khususnya Kalteng,” ucap Yosias.

Pihaknya mendorong pelaku seni tari, khususnya agar “lepas landas” dari batasan konvensional, dan berkembang dengan inovasi yang memperkaya seni tari.

“CKCM 2025 merupakan wadah koreografer dan seniman tari, untuk saling berbagi informasi serta saling sharing. Ini adalah langkah nyata untuk memajukan pariwisata di Kalteng,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Program CKCM, Abib Habibi Igal menyampaikan harapannya agar, acara tersebut mampu memberikan penampilan yang menarik dan menghibur khususnya bagi masyarakat, yang hadir dalam acara tersebut.

“Ada empat pilar program yakni kelas inkubasi penciptaan, teman-teman diajarkan untuk menciptakan karya, menggarap ide, konsep, dan lainnya,” ucap Abib.

Lanjutnya, dalam program CKCM juga dilaksanakan kelas workshop, showcase pada malam puncak dan nantinya akan dilaksanakan diskusi publik setelah, penampilan dari para peserta CKCM. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *