Palangka Raya, neonusantara.id — Sejak resmi memimpin Kalimantan Tengah usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pasangan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo langsung tancap gas menjalankan sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mengusung semangat Kalteng Berkah, Kalteng Maju, kepemimpinan Agustiar–Edy menitikberatkan pada pembangunan berbasis rakyat, terutama dari desa-desa. Program-program unggulan digerakkan di berbagai bidang strategis seperti pendidikan, sosial ekonomi, infrastruktur, dan layanan dasar masyarakat.
Pendidikan Gratis dan Kewirausahaan Daerah
Pemerintah Provinsi Kalteng menetapkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan. Melalui program sekolah dan kuliah gratis, ribuan generasi muda kini memiliki akses pendidikan tanpa beban biaya. Tak hanya itu, lewat program IKM Berkah, para pelaku usaha kecil dan menengah diberi pelatihan serta bantuan modal agar bisa naik kelas, mencetak wirausahawan unggul dari daerah sendiri.
Menjaga Harga Pangan dan Mengendalikan Inflasi
Di tengah dinamika harga bahan pokok nasional, Pemprov Kalteng hadir melalui Pasar Murah yang menjangkau lebih dari seribu desa dan ratusan kelurahan. Program ini menjadi bukti hadirnya negara di tengah masyarakat dalam menjaga daya beli dan ketahanan pangan.
Aksi Nyata di Infrastruktur dan Energi
Keluhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan langsung ditanggapi. Gubernur memimpin langsung proyek pembangunan jalan Lingkar Selatan Sampit senilai Rp 28,1 miliar serta percepatan jalan poros Gohong–Bahaur di Pulang Pisau. Tak hanya itu, Gubernur bahkan berani menuntut perusahaan-perusahaan besar bertanggung jawab atas kerusakan jalan akibat aktivitas industri, seperti di ruas Kuala Kurun–Palangka Raya.
Di sektor energi, Gubernur melakukan kunjungan langsung ke Desa Lupak, Kapuas, untuk memastikan solusi atas krisis listrik. Bantuan genset pun disalurkan sebagai awal dari komitmen menghadirkan penerangan merata di seluruh desa hingga tahun 2026.
Komitmen untuk Semua Golongan dan Agama
Kepemimpinan Agustiar–Edy juga menonjol dalam merawat keberagaman. Mereka hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari Kalteng Bershalawat, perayaan Paskah, hingga peresmian Balai Hindu Kaharingan. Langkah ini memperlihatkan bahwa pemerintahan Provinsi Kalteng berdiri untuk semua, tanpa memandang latar belakang.
Prioritaskan Kesehatan dan Budaya Lokal
Dalam bidang kesehatan, layanan pemeriksaan gratis diselenggarakan di berbagai wilayah, sekaligus evaluasi langsung fasilitas di RSUD Hanau. Hal ini untuk memastikan sistem pelayanan benar-benar berpihak pada rakyat.
Di sisi lain, budaya lokal terus diangkat melalui Kalteng Expo dan Festival Budaya Isen Mulang, ajang yang memperkenalkan kekayaan adat, seni, dan potensi wisata Kalteng ke tingkat nasional.
Pemerintahan Agustiar–Edy tidak hanya membuat program di atas kertas, tapi hadir langsung di tengah rakyat, menjawab masalah, dan membangun dari bawah. Bagi mereka, pembangunan bukan sekadar janji — tetapi gerakan nyata menuju Kalteng yang berkah dan maju. (red)



















