banner 728x250

UPT Taman Budaya Kalteng Kolaborasi dengan, Ganan Lunuk x SSB Lunuk Ramba dan Pandora Organizer Gelar Workshop Musik

Foto: Acara pembukaan workshop, dalam rangka Hari Musik Sedunia dengan Tema "Pendalaman Karakter Garapan Musik Tradisi Nusantara".

Palangka Raya, neonusantara.id — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Kalimantan Tengah (Kalteng), berkolaborasi dengan Ganan Lunuk, SSB Lunuk Ramba dan Pandora Organizer menggelar workshop, dalam rangka Hari Musik Sedunia dengan Tema “Pendalaman Karakter Garapan Musik Tradisi Nusantara”.

Acara tersebut dilaksanakan bertempat di UPT Taman Budaya Kalteng, jalan Temanggung Tilung XIII, Kota Palangka Raya pada Jum’at (27/6/2025).

Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti menyampaikan, pihaknya menyambut terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini tentunya sangat penting, mengingat ditengah kemajuan teknologi pada bidang seni musik modern, kita tetap harus melestarikan seni musik tradisi Nusantara,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan khususnya di Provinsi Kalteng. Hal tersebut tentunya sejalan dengan Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, yakni Huma Betang, Kalteng Bermartabat.

“Kegiatan ini mempunyai manfaat besar yang didapatkan khususnya dalam pengembangan kreativitas, ini langkah awal menambah pengetahuan pada bidang seni, khususnya musik tradisi Nusantara” ujar Wildae.

Terakhir ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum ini untuk menggali ilmu dan mendengarkan pengalaman berharga dari para narasumber.

Sementara itu ketua panitia pelaksana workshop, Christian Justin menyampaikan bahwa acara ini mendatangkan beberapa narasumber, dari latar belakang musik tradisi Nusantara yang berbeda.

“Tujuannya tidak lain agar khazanah keilmuan para peserta juga bertambah, selain itu peserta kegiatan juga hadir dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda,” ujarnya.

Sehingga keberagaman yang ada di Kalteng, menjadi seni khususnya musik tradisional menjadi beragam pula. Adapun musik tradisi nusantara, juga merupakan kekayaan intelektual yang harus diperkaya.

Ia berharap melalui kegiatan ini para generasi muda, khususnya di Provinsi Kalteng dapat terkait dengan garapan Individual, khususnya yang berkaitan dengan musik tradisi Nusantara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *