MUARA TEWEH, neonusantara.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) memberikan apresiasi luar biasa kepada kafilahnya yang berhasil meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-33 tingkat Kalimantan Tengah. Penghargaan ini berupa bonus uang tunai sebesar Rp300 juta dan hadiah ibadah umrah bagi para juara. Pemberian bonus ini diumumkan langsung oleh Bupati Barito Utara, Shalahuddin, di Muara Teweh.
Acara penyerahan apresiasi ini berlangsung pada Sabtu, 23 November, setelah kafilah kembali dari ajang MTQH Kalteng yang diselenggarakan pada 16-21 November 2025 di Muara Teweh. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang Barito Utara untuk kembali menyandang gelar juara umum setelah 19 tahun. Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan serta Ketua rombongan Kafilah Barito Utara, Fery Kusmiadi.
Bonus finansial tersebut akan disalurkan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara untuk peserta dan pelatih. Sementara itu, hadiah umrah akan diberikan kepada 11 peserta yang berhasil meraih juara pertama di masing-masing cabang lomba. Apresiasi ini menjadi motivasi besar bagi pengembangan tilawah di Barito Utara.
Apresiasi Tinggi untuk Prestasi Gemilang
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian gemilang kafilah daerahnya dalam ajang MTQH ke-33 tingkat Kalimantan Tengah. Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh anggota kafilah serta tim pendukung. Prestasi ini juga mengembalikan kebanggaan daerah setelah penantian yang cukup lama.
“Atas segala karunia dan keberkahan, Alhamdulillah kita dari Barito Utara kembali meraih juara umum MTQH ke-33,” kata Shalahuddin. Ia menambahkan bahwa sudah lama Barito Utara tidak menjadi juara umum, dan baru pada tahun 2025 ini mereka dapat membuktikan kembali kemampuannya. Pernyataan ini menunjukkan betapa berharganya gelar juara umum tersebut bagi masyarakat Barito Utara.
Shalahuddin juga tidak lupa menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pelatih, pendamping, serta pihak-pihak lain yang telah berkontribusi. Perjuangan mereka telah mengharumkan nama Kabupaten Barito Utara di kancah provinsi. Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan ini.
Rincian Bonus dan Hadiah Umrah
Sebagai bentuk penghargaan konkret, Pemkab Barito Utara telah menyiapkan bonus uang tunai sebesar Rp300 juta. Dana ini dialokasikan untuk seluruh peserta dan pelatih yang terlibat dalam kafilah. Pembagian bonus ini akan diatur oleh panitia melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan dan Desa Kabupaten Barito Utara.
Bupati Shalahuddin memastikan ketersediaan dana tersebut, bahkan berjanji akan menanggung secara pribadi jika ada kendala dalam pencairan. “Bonus pertama, saya serahkan uang Rp300 juta melalui Dinas Sosial PMD Barito Utara, kalau nanti tidak ada, ambil uangnya dengan saya secara pribadi,” ujarnya. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghargai prestasi.
Selain bonus uang, Pemkab Barito Utara juga memberikan hadiah istimewa berupa ibadah umrah bagi 11 peserta yang berhasil meraih juara pertama di setiap cabang lomba. Mekanisme keberangkatan umrah akan diurus melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Sementara itu, bonus uang akan diproses melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA).
Bupati menegaskan bahwa jika ada kendala dalam proses pencairan atau keberangkatan, koordinasi dapat langsung dilakukan dengannya. Hal ini menunjukkan transparansi dan dukungan penuh dari pimpinan daerah. Pemberian bonus kafilah Barito Utara ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk lebih mendalami Al-Quran.
Harapan dan Doa untuk Masa Depan
Di akhir sambutannya, Bupati Shalahuddin juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan dan pelayanan terhadap kafilah. Permohonan maaf ini mencerminkan sikap rendah hati dan keinginan untuk terus memperbaiki diri. Pelayanan yang baik merupakan bagian penting dari dukungan terhadap para talenta daerah.
Bupati kemudian memanjatkan doa untuk seluruh kafilah dan keluarga yang hadir. Doa tersebut meliputi harapan agar senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, serta kemudahan dalam segala urusan. Doa ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah tidak hanya pada prestasi, tetapi juga kesejahteraan warganya.
“Doa kita terakhir, semoga kita semua dikaruniai akhir hayat yang husnul khatimah,” tutup Shalahuddin. Doa penutup ini memberikan sentuhan spiritual yang mendalam, menggarisbawahi nilai-nilai keagamaan yang diusung dalam MTQH. Harapan ini selaras dengan tujuan utama dari penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis. (red)
Pemkab Barito Utara Beri Bonus Rp300 Juta dan Umrah untuk Kafilah Juara Umum MTQH Kalteng



















