Palangka Raya, neonusantara.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) Tahun 2025 yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Herson B. Aden, bertempat di Aquarius Boutiq Hotel Palangka Raya, Kamis (13/11/2025).
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan REDD+ di daerah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh tata kelola dan memperkuat pembangunan hijau yang berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai,” ujar Herson.
Herson menekankan posisi strategis Kalimantan Tengah dalam agenda nasional dan global mitigasi perubahan iklim, dengan lebih dari 50 persen wilayahnya berupa hutan dan lahan gambut tropis yang menyimpan cadangan karbon terbesar di Indonesia. “Apa yang dilakukan di Kalimantan Tengah dalam menjaga, memulihkan, atau mengelola hutan akan berdampak langsung terhadap masa depan iklim global,” imbuhnya.
Selain itu, Asisten Ekbang menyoroti tantangan deforestasi, degradasi hutan, kebakaran lahan, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat yang hidup di kawasan hutan, sehingga pendekatan REDD+ menjadi relevan untuk menurunkan emisi sekaligus menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (red)



















