banner 728x250

RSJ Kalawa Atei Dorong Kepedulian Terhadap Kesehatan Mental Anak Lewat Talkshow dan Customer Gathering

Foto: Suasana kegiatan yang dilaksanakan oleh RSJ Kalawa Atei. (Istimewa)

Palangka Raya,neonusantara.id — Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei (RSJ KA) menggelar Talkshow dan Customer Gathering Tahun 2025 bertema “Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis: Bantu Anak Hadapi Krisis”, yang berlangsung pada Senin (27/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RSJ Kalawa Atei dalam memperkuat edukasi publik tentang pentingnya penanganan dini terhadap gangguan psikologis, terutama pada anak dan remaja.

Ketua Panitia HKJS dan Customer Gathering RSKA 2025, Dina Elizabeth Sinaga, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga bentuk kolaborasi lintas profesi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa anak.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa luka psikologis juga perlu penanganan cepat dan tepat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks di masa depan,” ucap Dina.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSJ KA, Putu Teguh Hermawan, yang membacakan sambutan Direktur RSJ Kalawa Atei, Seniriaty, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama psikologis.

“RSJ Kalawa Atei berkomitmen terus memperluas jangkauan edukasi kesehatan jiwa, agar masyarakat mampu memahami dan memberikan dukungan psikologis bagi anak yang mengalami krisis,” tuturnya.

Talkshow menghadirkan narasumber dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Kalimantan Tengah, dr. Safira Amira Tjandrasari, dengan moderator dari psikolog internal RSJ KA. Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar konsep Pertolongan Pertama Psikologis (P3LP) dan penerapannya di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta dari tenaga kesehatan, psikolog, organisasi profesi, dan perwakilan anak serta remaja ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan mental di Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *