banner 728x250

Pemprov Kalteng Ajak Daerah Perkuat Pendanaan dan Kolaborasi Dalam Program Sanitasi

Foto: Suasana pembukaan Coaching Clinic 1 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program PPSP Kabupaten Kapuas dan Seruyan 2025.

Palangka Raya, neonusantara.id — Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat komitmen pendanaan serta kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pembangunan sanitasi permukiman.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Coaching Clinic 1 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program PPSP Kabupaten Kapuas dan Seruyan di Alltrue Hotel Palangka Raya, Selasa (12/8/2025).

Leonard menekankan bahwa dukungan pendanaan dari APBD harus diimbangi dengan sinergi bersama sumber pembiayaan lain seperti APBN, DAK, Dana Desa, maupun kontribusi swasta dan masyarakat melalui program CSR.

“Pendanaan sanitasi tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan sanitasi dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sanitasi merupakan bagian dari pemenuhan pelayanan dasar dan pencegahan stunting, sekaligus indikator penting dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya akses terhadap air bersih dan sanitasi layak.

Leonard menambahkan, target nasional dalam RPJMN 2025–2029 mencakup 30 persen akses sanitasi aman, 85 persen rumah tangga dengan layanan pengumpulan sampah, serta 38 persen pengelolaan sampah di fasilitas pengolahan.

Menutup sambutannya, Leonard mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa agar upaya percepatan pembangunan sanitasi dapat berjalan selaras dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *