banner 728x250

Gubernur Kalteng Dorong Penguatan Sistem Pengendalian Karhutla Jelang Siklus El Niño 2027

Foto: Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung saat memberikan arahan. (Istimewa)

Palangka Raya, neonusantara.id — Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya memperkuat sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi siklus El Niño pada 2027. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla Wilayah Provinsi Kalteng Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (16/10/2025).

Rapat dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S. Ampung, yang mewakili Gubernur. Dalam arahannya, Leonard menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap sepanjang 2025.

“Keberhasilan kita tahun ini bukan akhir, tapi awal dari komitmen yang lebih besar. Sistem pengendalian karhutla harus diperkuat dari sisi pencegahan, peringatan dini, hingga penanganan lapangan agar kebakaran tidak kembali menjadi bencana rutin,” ujar Leonard.

Ia menekankan agar seluruh instansi dan lembaga terkait menjadikan pengendalian karhutla sebagai program rutin, bukan hanya penanganan darurat. Pemerintah provinsi juga meminta bupati dan wali kota mengalokasikan anggaran tetap melalui BPBD serta Dinas Lingkungan Hidup mulai tahun 2026.

“Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan segera menyiapkan peta lahan non-gambut sebagai dasar perizinan pembukaan lahan, selaras dengan Perda Nomor 1 Tahun 2020 dan Pergub Nomor 4 Tahun 2021, agar masyarakat adat tetap dapat berladang dengan aman dan terarah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menjelaskan bahwa rakor tersebut merupakan evaluasi atas berakhirnya status siaga darurat karhutla tahun 2025 dan penyusunan strategi untuk tahun berikutnya.

“Rakor ini menjadi ruang refleksi bersama, agar koordinasi lintas sektor tetap solid demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang tangguh dan bebas kabut asap secara berkelanjutan,” ucap Ahmad.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kalteng, perwakilan kementerian, pimpinan lembaga usaha, tokoh adat, serta para kepala perangkat daerah yang berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *