banner 728x250

Pemkab Murung Raya Dorong Desa Bahitom Jadi Sentra Ketahanan Pangan Daerah

Foto: Suasana penanaman jagung di desa Bahitom, Kabupaten Mura. (Istimewa)

Murung Raya, neonusantara.id — Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah melalui program pengembangan Sentra Ketahanan Pangan Desa Bahitom. Salah satu langkah konkretnya dilakukan dengan kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan pertanian desa setempat, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Kabupaten Mura Rahmat K. Tambunan mewakili Bupati Mura, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan, Camat Murung, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa se-Kecamatan Murung, serta tokoh masyarakat Desa Bahitom.

Kepala Desa Bahitom, Tuni, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan Desa Bahitom menjadi pusat penggerak ketahanan pangan berbasis masyarakat dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola utama.

“Kami mengelola lahan sekitar tiga hektar yang sudah dibuka dan tiga hektar lagi akan segera digarap. Selain jagung, kami juga menanam rumput gajah sebagai pakan ternak untuk memperkuat ketahanan pangan hewani,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Mura, Rahmat K. Tambunan, menekankan bahwa upaya penguatan ketahanan pangan merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah fondasi penting pembangunan. Jagung menjadi komoditas strategis, tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan pakan ternak yang mendukung sektor peternakan,” tuturnya.

Ia mengapresiasi langkah kolaboratif Pemerintah Desa Bahitom bersama masyarakat yang berinisiatif mengembangkan program pertanian berkelanjutan. Pemkab Mura berkomitmen terus memberikan pendampingan teknis dan dukungan fasilitas agar hasil pertanian desa semakin optimal.

Kegiatan penanaman jagung ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Desa Bahitom untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal serta meningkatkan produktivitas ekonomi pedesaan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *