Muara Teweh, Neonusantara.id — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Utara mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Imbauan tersebut disampaikan Kepala Disdukcapil Barito Utara, Muhammad Hendra Erwirasyah, di Muara Teweh, Rabu (17/6/2026).
Menurut Hendra, pelaku penipuan biasanya menghubungi masyarakat melalui pesan WhatsApp, panggilan telepon, maupun video call dengan dalih membantu proses aktivasi IKD atau melakukan verifikasi data kependudukan. Modus tersebut berpotensi digunakan untuk memperoleh data pribadi maupun informasi penting milik masyarakat.
Ia menegaskan bahwa aktivasi IKD tidak pernah dilakukan melalui pesan singkat, telepon, ataupun video call. Seluruh proses aktivasi hanya dapat dilakukan secara langsung oleh petugas resmi Disdukcapil di kantor pelayanan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal dan mengabaikan setiap permintaan aktivasi IKD yang dilakukan melalui media daring,” ujar Muhammad Hendra Erwirasyah.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan aplikasi IKD yang digunakan berasal dari sumber resmi, yakni Google Play Store dan App Store. Disdukcapil juga menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Hendra menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, warga diminta segera melaporkan kepada Disdukcapil atau aparat berwenang apabila menemukan oknum yang meminta uang, data pribadi, atau mengirimkan tautan mencurigakan dengan mengatasnamakan layanan kependudukan.
Melalui sosialisasi ini, Disdukcapil Barito Utara berharap masyarakat semakin memahami prosedur resmi layanan kependudukan sehingga terhindar dari berbagai bentuk penipuan digital yang kian marak terjadi. (red)





















