Muara Teweh, Neonusantara.id — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Barito Utara resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 di Aula SMPN 1 Muara Teweh, Sabtu (7/3/2026). Forum tertinggi organisasi kepanduan tingkat kabupaten ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir sekaligus merumuskan arah kebijakan baru yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Pembukaan Muscab X ini dihadiri langsung oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, serta perwakilan Kwarda Kalimantan Tengah. Hadir pula jajaran pengurus kwartir cabang dan utusan kwartir ranting dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Barito Utara. Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati, dalam pidatonya menegaskan bahwa Muscab ini merupakan amanat konstitusi organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Meski sempat mengalami penyesuaian jadwal selama tiga bulan, pelaksanaan musyawarah tetap dapat berjalan optimal berkat dukungan penuh pemerintah daerah.
“Muscab ini hendaknya tidak dimaknai sekadar rutinitas organisasi lima tahunan, tetapi menjadi titik tolak untuk merumuskan langkah-langkah inovatif. Gerakan Pramuka harus mampu bertransformasi agar tetap relevan dan menarik bagi generasi Z dan Alpha, tanpa menanggalkan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma,” ujar Syahmiludin. Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan Muscab, telah digelar Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega (Muspanitra) yang berhasil menetapkan Muhammad Rizki dari SMKN 1 Muara Teweh sebagai Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) periode 2026–2031. Sinergi antara kepengurusan dewasa dan dewan kerja muda diharapkan mampu memperkuat benteng ideologi generasi muda dalam menangkal paham radikalisme serta memperkokoh nilai kebangsaan.
Satu poin krusial yang mencuat dalam forum ini adalah dinamika pemilihan pucuk pimpinan Kwarcab. Syahmiludin mengungkapkan, berdasarkan hasil inventarisasi aspirasi, sembilan Kwartir Ranting secara bulat menyatakan dukungan agar Hj. Maya Savitri Shalahuddin bersedia dicalonkan dan memimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Barito Utara masa bakti 2026–2031.
Di akhir masa jabatannya, Syahmiludin menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama lima tahun terakhir. Ia berharap kepengurusan baru yang terbentuk nantinya dapat lebih progresif dalam menyiapkan kader pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui Muscab X ini, Gerakan Pramuka Barito Utara berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.(red)





















