banner 728x250

Legislator Soroti Urgensi Peningkatan Infrastruktur Penyangga IKN di Kalteng

Palangka Raya, neonusantara.id — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Okki Maulana, mengimbau pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna mendukung kesiapan daerah dalam menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mengukuhkan posisi Kalimantan Tengah sebagai mitra utama IKN di masa mendatang.

“Langkah percepatan ini sangat penting agar Kalimantan Tengah dapat mengoptimalkan perannya sebagai daerah penyangga dan mitra strategis bagi IKN,” kata Okki, Kamis, 22 Mei 2025.

Ia menilai bahwa Kalimantan Tengah memiliki keunggulan dan potensi besar dalam berbagai sektor, mulai dari penyediaan logistik, ketahanan pangan, energi, hingga sumber daya manusia. Sebagai provinsi yang secara geografis berbatasan langsung dengan wilayah IKN, peran Kalimantan Tengah akan sangat vital dalam memastikan kelancaran distribusi kebutuhan strategis nasional.

“Infrastruktur yang memadai dan memenuhi standar akan sangat menentukan kelancaran distribusi logistik menuju IKN. Jika tidak disiapkan sejak dini, potensi ini bisa terhambat,” ujarnya.

Okki mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar memberikan prioritas terhadap pembangunan dan peningkatan jalan penghubung antarprovinsi, khususnya yang mengarah ke Kalimantan Timur. Selain itu, pengembangan pelabuhan dan bandara di tingkat regional juga dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat.

“Ketika konektivitas terbangun dengan baik, hasil pertanian dan komoditas lokal dapat disalurkan lebih efisien ke IKN, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara,” tambahnya.

Tak hanya infrastruktur dasar, Okki juga menekankan pentingnya membangun pusat distribusi regional yang terintegrasi sebagai bagian dari strategi logistik jangka panjang. Kehadiran pusat distribusi ini akan mempercepat proses pengiriman barang, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing produk lokal Kalimantan Tengah di pasar nasional.

“Pusat distribusi yang terintegrasi akan menjadi tulang punggung sistem logistik kita, terutama dalam menghadapi era baru dengan hadirnya IKN,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *