banner 728x250

Februari 2024, Inflasi Tahunan di Kalteng Naik 2,46 Persen

Palangka Raya, neonusantara.id – Pada Februari lalu, inflasi Tahunan di Provinsi Kalteng naik sebesar 2,46 persen. Ada empat kota yang dijadikan sebagai acuan, yakni Palangka Raya, Sampit, Kuala Kapuas dan Sukamara.

“Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Kalimantan Tengah bulan Februari 2024 masing – masing sebesar -0,46 persen dan -0,27 persen,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Eko Marsoro.

Hal itu disampaikannya dalam siaran resmi statistik yang dilaksanakan di ruang pertemuan BPS Kalteng, Jalan Kapten Piere Tandean, Palangka Raya pada Jum’at (1/3/2024).

Lanjutnya pada Februari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalteng sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,27.

Inflasi year on year (y-on-y) tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 106,13 dan terendah terjadi di Sampit sebesar 2,14 persen dengan IHK sebesar 104,52.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,83 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,90 persen, kelompok kesehatan 1,15 persen.

Lalu ada kelompok transportasi 1,27 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 3,04 persen, kelompok pendidikan 2,40 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran 2,26 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,03 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen dan kelompok informasi komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen,” ujar Eko.

Adapun komoditas beras di Kalteng, telah mengalami kenaikan harganya ditengarai sejumlah hal, seperti salah satunya perubahan iklim. Sehingga pemerintah melakukan kebijakan impor untuk menjaga stok beras.

“Mudahan-mudahan produksi padi kita ketika panen nanti pada Maret hingga April bisa lancar, sehingga harga beras ini bisa mulai turun harganya,” tutur Eko. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *