banner 728x250

Fasilitas Ramah Anak di Pasar Barito Utara Dilirik Kementerian BKKBN

Foto: Suasana pertemuan virtual (zoom meeting) bersama Tim Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Muara Teweh, Neonusantara.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menghadirkan fasilitas ramah anak di ruang publik mendapat perhatian di tingkat nasional. Taman Penitipan Anak (TPA) Bunda Piara berhasil masuk nominasi Praktik Baik Cerita Inspiratif di Area Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Tahapan penilaian berlanjut dengan wawancara pendalaman yang dilaksanakan secara virtual dari Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara Hj. Maya Savitri Shalahuddin, Kepala Disdalduk KB P3A Kabupaten Barito Utara Silas Patiung, serta Kepala Sekolah TK Bunda Piara Endang Pursini.

Tim Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melakukan pendalaman terhadap inovasi “TAMASYA TPA BUNDA PIARA DI AREA PASAR”, yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pengasuhan anak di kawasan publik.

Dalam sesi tersebut, Endang Pursini menjelaskan bahwa program TAMASYA dirancang untuk membantu para orang tua, khususnya pedagang dan pekerja pasar, agar dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan kebutuhan pengasuhan dan pendidikan anak.

Selain menyediakan tempat penitipan yang aman, program tersebut juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang mendukung perkembangan anak sejak usia dini. Kehadiran layanan ini dinilai memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang membutuhkan akses pengasuhan berkualitas di lokasi yang dekat dengan tempat bekerja.

Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara Hj. Maya Savitri Shalahuddin mengatakan keberadaan TPA di area publik menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak-hak anak sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang lebih ramah keluarga.

“Melalui wawancara pendalaman ini, saya berharap praktik baik dari TPA Bunda Piara tidak hanya memperkuat posisinya di ajang nasional, tetapi juga dapat menjadi role model yang menginspirasi daerah lain di Indonesia dalam mengintegrasikan fasilitas ramah anak di area publik,” katanya.

Keberhasilan TPA Bunda Piara menembus nominasi tingkat nasional diharapkan menjadi dorongan bagi berbagai perangkat daerah dan lembaga lainnya untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung perlindungan dan tumbuh kembang anak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *