Palangka Raya, Neonusantara.id — Sebanyak 280 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 dinyatakan lulus dalam penutupan kegiatan yang digelar di Gedung D Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (10/4/2026).
Penutupan Latsar CPNS Golongan II Angkatan III serta Golongan III Angkatan VI, VII, VIII, IX, X, dan XI tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakannya, disampaikan bahwa Latsar CPNS merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter aparatur sipil negara.
“Saudara-saudara tidak sedang dilatih menjadi pegawai biasa. Saudara sedang ditempa untuk menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan tangguh menghadapi tekanan sistem birokrasi yang kompleks,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa birokrasi saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat di tengah perubahan yang terus berlangsung.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tengah mendorong transformasi melalui digitalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta percepatan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Oleh karena itu, saya menuntut seluruh alumni Latsar CPNS untuk menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing, membawa inovasi, bukan sekadar rutinitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ASN diharapkan mampu memperbaiki sistem kerja yang belum optimal serta memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan publik.
Sunarti juga menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi unggul Kalimantan Tengah.
Ia menyebutkan karakter tersebut meliputi sikap yang beradab, pola pikir kritis dan kreatif, kepribadian yang kuat, serta keterampilan yang inovatif.
“Saya mengajak kita semua untuk terus berkolaborasi dan bekerja keras dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, melaporkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti Latsar dinyatakan lulus.
Ia menyebutkan peserta berasal dari Kabupaten Katingan sebanyak 58 orang, Kabupaten Lamandau 169 orang, dan Kabupaten Seruyan 53 orang. (red)





















