banner 728x250

Satgas SABER Pangan Kalteng Pastikan Stok Aman, Soroti Kendala Distribusi

Foto: Satgas Saber Kalteng saat sedang memantau peternakan ayam PT Jenio Mandiri. (Istimewa)

Palangka Raya, Neonusantara.id – Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas SABER) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026 melakukan pengawasan langsung terhadap ketersediaan dan kualitas pangan di Kota Palangka Raya, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Polda Kalteng, serta Badan Pangan Nasional RI.

Pengawasan dilakukan di sejumlah titik strategis, antara lain peternakan ayam PT Jenio Mandiri, Gudang Bulog Provinsi Kalteng, serta produsen beras CV Sumber Pangan. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan pangan tetap stabil serta memenuhi standar mutu yang berlaku.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol. Edwar Zulkarnain selaku Ketua Satgas SABER Pangan Polda Kalteng menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional dalam pengawasan pangan.

“Pengawasan ini menjadi upaya konkret untuk memastikan harga tetap terkendali serta kualitas dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan di lapangan, stok komoditas utama seperti beras, Minyakita, dan daging ayam dinyatakan dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. Selain itu, kualitas produk yang diperiksa juga memenuhi standar yang ditetapkan.

Meski demikian, tim menemukan adanya potensi kendala pada aspek distribusi, khususnya terkait ketersediaan armada kontainer. Saat ini, sebagian armada lebih difokuskan untuk mendukung distribusi logistik proyek, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran pengangkutan bahan pangan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi hal tersebut.

“Ketersediaan stok relatif aman, tetapi distribusi harus tetap kita jaga. Koordinasi dengan pihak transportasi dan distributor perlu diperkuat agar tidak terjadi hambatan yang bisa berdampak pada harga,” jelasnya.

Pemerintah berharap melalui pengawasan terpadu ini, stabilitas pasokan dan harga pangan di Kalimantan Tengah dapat terus terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *