banner 728x250

Bambang Irawan Sebut Energi Kaum Muda Penting Untuk Pelestarian Budaya Dayak

Palangka Raya, neonusantara.id – Tokoh adat Bambang Irawan menegaskan bahwa generasi muda Dayak harus berperan ganda sebagai penjaga sekaligus inovator budaya. Ia menyatakan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga harus dikombinasikan dengan pengembangan gagasan baru agar budaya tetap relevan di masa depan.Menurut Bambang, kaum muda Dayak memiliki energi dan kreativitas besar yang perlu diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional dalam bentuk inovatif. Ia mengajak pemudi dan pemuda Dayak untuk menciptakan karya budaya seperti musik modern yang tetap mengandung filosofi adat, kerajinan kontemporer dengan motif tradisional, hingga literasi digital yang memadukan tradisi dan teknologi.Ia menilai bahwa tanggung jawab pelestarian budaya tidak boleh semata diwariskan secara pasif. Generasi muda perlu memahami akar budaya, lalu mewariskan juga dalam bentuk yang dapat diakses oleh masyarakat luas masa kini. Dengan demikian, budaya Dayak tetap hidup sekaligus berkembang.Lebih jauh, Bambang mendorong para pemuda adat untuk terlibat dalam program-program pelatihan kebudayaan, lokakarya inovasi, dan event kebudayaan yang mengedepankan kreativitas. Menurutnya, kolaborasi antar-komunitas adat, lembaga pemerintah, dan kelompok pemuda sangat penting untuk memperkuat kapasitas generasi muda sebagai penerus budaya.Ia yakin bahwa generasi muda Dayak yang menjadi penjaga sekaligus inovator akan menjembatani masa lalu dan masa depan. Dengan semangat tersebut, tradisi tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi sumber daya yang dinamis untuk kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *