banner 728x250

Anggota DPRD Hasrat, Festival Kuntau Bukti Penggiat Olahraga Barut Peduli Pelestarian Seni Bela Diri Tradisional

MUARA TEWEH, neonusantara.id – Semangat Pelestarian Budaya lokal kembali digelar di Kabupaten Barito Utara melalui kegiatan Festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang di inisiasi oleh PSMK Huma Ije Pakat Barito Utara.

Acara berlangsung di lapangan Volly Dan Yonif 631/Antang Kodim 1013 Muara Teweh ini resmi dibuka oleh Bupati Barito Utara melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan, Herry Jhon Setiawan, ditandai dengan pemukulan gong pada Sabtu (01/11/2025).

Festival yang dihelat mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025 ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hasrat, S.Ag, yang juga merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Saat disinggung terkait kegiatan ini, Hasrat menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang untuk pertama kalinya diadakan di Barito Utara ini.
Dia menilai, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang olahraga dan seni bela diri, tetapi juga bentuk nyata Pelestarian Budaya Daerah.

“Kegiatan ini sangat positif, karena melalui Festival Kuntau, kita tidak hanya berkompetisi, tapi juga menjaga dan mengenalkan kembali warisan budaya yang sarat nilai – nilai luhur kepada generasi muda,” ujarnya.

Kuntau sendiri dikenal sebagai permainan dan seni bela diri tradisional yang menonjolkan keindahan gerak, keluwesan tubuh, serta kekuatan jiwa dan raga. Dalam setiap gerakannya tersimpan Filosofi tentang ketangkasan, kedisiplinan, dan kehormatan, yang menjadi ciri khas Budaya masyarakat khusus Kalimantan Tengah.

Hasrat menegaskan, jika tidak dilestarikan, seni bela diri Kuntau ini bisa saja perlahan menghilang dan tidak lagi dikenal oleh generasi penerus.

Dia sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara serta Kodim 1013 Muara Teweh yang telah memberikan dukungan penuh hingga kegiatan ini dapatg dilaksanakan.

Tak lupa disampaika penghargaan kepada seluruh peserta dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang telah ambil bagian dalam Festival ini.

“Antusiasme peserta luar biasa. Ini menandakan bahwa semangat untuk melestarikan Budaya dan olahraga Tradisional seperti Kuntau masih hidup dan terus berkembang,” tambahnya.

Dia berharap agar kegiatan seperti ini mendapat dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah selaku anggota DPRD dia sangat mendukung sehingga pelaksanaan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan semangat Sportivitas dan persaudaraan antar daerah.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya kita. Lewat Kuntau, kita bukan hanya berolahraga, tetapi juga merawat jati diri bangsa,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *