banner 728x250

Faridawaty Ingatkan Warga Jangan Buka Lahan dengan Membakar

Faridawaty Ingatkan Warga Jangan Buka Lahan dengan Membakar

PALANGKA RAYA – Musim kemarau mulai membawa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar agar api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Menurut Faridawaty, pencegahan harus dilakukan sejak awal. Api yang dibiarkan berkembang bukan hanya mengancam kawasan hutan dan lahan produktif, tetapi juga dapat memicu kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat.

“Peristiwa karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan,” ujar Faridawaty, Selasa (14/7/2026).

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng itu menilai praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya karhutla. Karena itu, masyarakat diminta menghentikan kebiasaan tersebut.

Menurutnya, kebakaran yang tidak terkendali dapat menghanguskan hutan dan lahan produktif sekaligus merusak ekosistem yang membutuhkan waktu panjang untuk kembali pulih.

Dampaknya juga bisa langsung dirasakan masyarakat. Kabut asap akibat karhutla dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu saluran pernapasan, serta menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.

Faridawaty juga meminta masyarakat tidak tinggal diam ketika menemukan titik api. Informasi sedini mungkin dinilai penting agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api meluas.

“Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah karhutla. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani sebelum membesar,” tambahnya.

Di sisi lain, Faridawaty mendorong pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi dan edukasi, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami risiko pembakaran lahan sekaligus mengetahui pentingnya mematuhi aturan yang berlaku.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menghentikan praktik pembukaan lahan melalui pembakaran, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

“Risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah diharapkan dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan baik,” tutup Faridawaty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *