banner 728x250

Tomy Irawan Soroti Insentif Kader Posyandu, Kerja Besar Jangan Dibayar Rendah

Tomy Irawan Soroti Insentif Kader Posyandu, Kerja Besar Jangan Dibayar Rendah

PALANGKA RAYA – Kesejahteraan kader Posyandu di Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan, mendorong pemerintah meningkatkan insentif bagi para kader yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Tomy, persoalan insentif kader Posyandu menjadi salah satu aspirasi yang paling sering disampaikan warga, terutama masyarakat di Daerah Pemilihan V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

“Banyak aspirasi yang kami terima, tapi yang paling sering muncul adalah soal kader Posyandu. Mereka bekerja keras membantu masyarakat, namun insentif yang diterima sangat kecil,” ujarnya, baru-baru ini.

Tomy menilai kontribusi kader Posyandu tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan dasar, mulai dari membantu pelayanan ibu dan anak, memantau tumbuh kembang balita hingga mendampingi kelompok lanjut usia.

Di sisi lain, beban dan tanggung jawab tersebut dinilai belum sebanding dengan dukungan kesejahteraan yang diterima para kader.

Karena itu, Tomy mendorong pemerintah mengambil langkah konkret, termasuk membuka ruang dukungan tambahan bagi kader Posyandu di tingkat kelurahan.

“Kami akan dorong Dinas Kesehatan Provinsi untuk mempertimbangkan subsidi atau dukungan tambahan bagi kader Posyandu di kelurahan. Saya juga sudah menyampaikan hal ini ke Bupati Kapuas, dan mendapat tanggapan positif,” ujarnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng itu berharap peningkatan perhatian terhadap kader Posyandu dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Ia menilai dukungan yang lebih layak juga penting untuk menjaga motivasi para kader yang selama ini menjalankan tugas berdasarkan kepedulian sosial.

“Para kader ini bekerja bukan untuk mencari keuntungan, tapi karena kepedulian terhadap masyarakat. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan insentif yang layak. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi kader Posyandu yang dibayar rendah. Mereka adalah ujung tombak kesehatan masyarakat yang patut mendapat penghargaan dari pemerintah,” pungkas Tomy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *