banner 728x250

Bambang Irawan: Swasembada Pangan Kalteng Tak Boleh Berhenti Jadi Wacana

Bambang Irawan: Swasembada Pangan Kalteng Tak Boleh Berhenti Jadi Wacana

PALANGKA RAYA – Ambisi Kalimantan Tengah memperkuat swasembada pangan membutuhkan kerja bersama, bukan sekadar program di atas kertas. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen agar program tersebut benar-benar mampu memperkokoh ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Bambang menilai langkah Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mendorong swasembada pangan memiliki posisi strategis. Program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi dan perubahan iklim.

“Langkah yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merupakan strategi penting untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian pangan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim global,” kata Bambang, baru-baru ini.

Menurutnya, Kalteng memiliki modal besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan nasional. Luas lahan pertanian, ketersediaan sumber daya air, serta pengalaman para petani menjadi potensi yang perlu dikelola secara maksimal.

“Ini bukan sekadar proyek pertanian biasa, tapi bagian dari upaya besar untuk menjaga kedaulatan pangan bangsa. Kalteng punya potensi besar untuk itu,” ujarnya.

Bambang menekankan, potensi tersebut harus dibarengi kebijakan yang tepat. Dukungan pemerintah kepada petani, pembinaan berkelanjutan, serta penyediaan sarana produksi dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan produktivitas.

“Kita punya lahan luas, air melimpah, dan petani yang tangguh. Kalau pemerintah hadir memberi dukungan penuh, swasembada bukan lagi sekadar wacana,” jelas Politisi PDI Perjuangan ini.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, instansi teknis, TNI, hingga kelompok tani harus bergerak dalam satu arah, mulai dari perencanaan, budidaya hingga pascapanen.

“Gerakan swasembada pangan tidak bisa dijalankan sendiri oleh satu instansi. Semua pihak harus saling mendukung, dari perencanaan sampai ke tahap pascapanen,” imbuhnya.

Bambang berharap program tersebut pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kalteng.

“Kita ingin petani bangga dengan profesinya. Kalau mereka sejahtera, ketahanan pangan otomatis akan kuat. Kalau pemerintah dan petani bersatu, Kalteng bisa menjadi contoh sukses bagaimana daerah mampu berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” pungkas Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *