Palangka Raya, neonusantara.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Tengah dinilai tidak cukup hanya dikejar melalui target penerimaan. Sistem pengelolaan keuangan yang digunakan pemerintah juga harus dibenahi agar potensi pendapatan daerah dapat terpantau dan dioptimalkan secara lebih efektif.
Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Partai Demokrat, Muhajirin, mendorong pemerintah daerah mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, teknologi dapat menjadi instrumen penting untuk membangun sistem yang lebih efisien, transparan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap sumber-sumber penerimaan.
“Penerapan sistem yang modern, efisien, dan transparan akan memperkuat tata kelola keuangan sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah,” kata Muhajirin, Jumat (10/7/2026).
Muhajirin mengatakan peningkatan PAD tidak semata-mata bergantung pada besarnya potensi pendapatan yang dimiliki daerah. Kemampuan pemerintah dalam mengelola, memantau, dan mengoptimalkan potensi tersebut juga menjadi faktor penting.
Karena itu, digitalisasi dinilai perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi penguatan PAD, bukan sekadar pembaruan sistem administrasi.
Menurutnya, efisiensi, transparansi, dan pemanfaatan teknologi harus berjalan bersamaan. Ketiganya diperlukan agar pengelolaan keuangan daerah semakin mudah diawasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tanpa ketiga hal itu, peningkatan PAD hanya akan menjadi target di atas kertas,” tambahnya.
Ia menilai sistem digital yang terintegrasi juga dapat membantu pemerintah memantau penerimaan secara lebih efektif. Di sisi lain, pelayanan publik dapat dibuat lebih cepat sekaligus mempersempit ruang terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.
Muhajirin berharap Pemprov Kalteng tidak menempatkan transformasi digital hanya sebagai program tambahan. Digitalisasi harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sistem keuangan daerah yang modern dan berkelanjutan.
“Dengan pengelolaan yang modern dan transparan, PAD bisa meningkat signifikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat,” pungkas Muhaji





















