banner 728x250

Memperingati Malam Nuzulul Qur’an, Ini Pesan Bupati Barito Utara

Foto: Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin saat memberikan sambutan pada acara peringatan malam Nuzulul Qur'an.

Muara Teweh, Neonusantara.id — Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa peringatan malam Nuzulul Quran merupakan momentum krusial bagi umat Islam untuk memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an serta mentransformasikan nilai-nilainya ke dalam perilaku sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Muara Teweh, Jumat (6/3/2026) malam.

Dalam arahannya di hadapan jajaran pejabat dan tokoh masyarakat, Bupati Shalahuddin merefleksikan kembali peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira sebagai titik awal kehadiran petunjuk bagi peradaban manusia.

Ia menekankan bahwa esensi dari peringatan ini adalah memahami Al-Qur’an sebagai rujukan utama yang mengandung prinsip kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan publik.

“Malam Nuzulul Quran yang kita laksanakan ini mengingatkan kita pada momen turunnya wahyu pertama sebagai pedoman hidup. Namun, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci untuk dibaca atau dilantunkan secara seremonial, melainkan pedoman hidup yang harus diimplementasikan maknanya dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Bupati Shalahuddin

Lebih lanjut, ia memandang Ramadan sebagai fase pendidikan spiritual yang mengajarkan kedisiplinan dan keikhlasan. Oleh karena itu, momentum Nuzulul Quran hendaknya dijadikan sarana introspeksi kolektif guna mengukur sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an telah diterapkan, baik dalam lingkup keluarga, interaksi sosial masyarakat, maupun dalam mengemban tanggung jawab birokrasi.

Bupati juga menggarisbawahi bahwa ajaran Al-Qur’an sangat menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah islamiyah demi terciptanya tatanan masyarakat yang harmonis. Di tengah dinamika tantangan zaman yang semakin kompleks, internalisasi nilai-nilai suci dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga moralitas dan memperkuat karakter bangsa yang berakhlak mulia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *