banner 728x250

Ucapan, Catatan dan Harapan Untuk Hari Guru Nasional Anggota DPRD Barito Utara H. Permana Setiawan

????????????

MUARA TEWEH, neonusantara.id – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara H. Permana Setiawan, ST, memiliki pandangan yang mendalam tentang kiprah guru atau pendidik dalam membentuk karakter dan intelektual warga negara Indonesia. Dalam momentum Hari Guru Nasional yang diperingati tiap tanggal 25 November, bagi seorang Permana Setiawan memiliki makna mendalam, yaitu Penghormatan dan Apresiasi (25/11/2025). Menurut perspektif Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, momen hari guru menjadi cara untuk memberikan penghormatan tertinggi atas dedikasi, kontribusi, dan pengorbanan guru sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Peringatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya peran guru dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hari Guru Nasional bagi Permana Setiawan juga menjadi dorongan bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran mereka dan bagi pemerintah serta masyarakat untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan.
“Tema HGN 25 Novembe5 2025 “Guru Hebat, Indonesia Kuat”: Tema ini menegaskan kembali bahwa kekuatan suatu bangsa sangat bergantung pada mutu pendidikan yang dihasilkan oleh para guru yang hebat dan kompeten,” tuturnya.
Kendati demikian masalah fasilitas bagi guru di Indonesia masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius semua pihak ungkap Permana melanjutkan kupasannya tentang makna Hari Guru. Permana mencontohkan ketimpangan akses, yaitu terdapat kesenjangan yang mencolok dalam fasilitas yang didapatkan guru, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan atau terpencil, ini patut menjadi catatan menurutnya.
“Guru di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) seringkali menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar dan sarana prasarana yang sangat minim. Keterbatasan,” sampainya.
Berikutnya problem Sumber Daya dan Teknologi. Banyak guru yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya pengajaran, termasuk akses terhadap teknologi dan platform digital yang memadai, sehingga menghambat adaptasi terhadap metode pembelajaran modern, paparnya. Berikutnya pada sarana dan Prasarana Sekolah. Selain fasilitas pribadi guru, kondisi sarana dan prasarana di banyak sekolah juga masih memprihatinkan, yang berdampak langsung pada efektivitas proses belajar mengajar.
Terdapat pula Beban Administratif, yaitu beban kerja administratif yang berlebihan seringkali mengurangi waktu guru untuk fokus pada pengembangan profesionalisme dan peningkatan kualitas pengajaran, yang secara tidak langsung terkait dengan efisiensi fasilitas pendukung. Pada momen Hari Guru Nasional Tahun 2025 ini, pesan utama Permana untuk para guru adalah tetap semangat dan berdedikasi dalam menjalankan amanah dan tugasnya.
“Teruslah menjadi cahaya penuntun dalam perjalanan belajar para murid, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan fasilitas. Jadikan keteladanan sebagai prioritas. Peran guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai, keteladanan, dan semangat kebajikan untuk membentuk karakter peserta didik,” pesan Permana.
Selanjutnya terus berinovasi dan Beradaptasi. Di era digital ini, teruslah berupaya untuk meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan serta interaktif, dorongnya.
“Jaga Semangat Kolaborasi. Berkolaborasi dengan rekan sejawat, masyarakat, dan pihak terkait adalah kunci untuk menjadikan profesi guru lebih unggul dan memajukan pendidikan secara bersama-sama,” tambahnya.
Terakhir ia berpesan agar para guru yakin akan dampak besar sebagai guru, “Setiap usaha dan pengorbanan Bapak/Ibu guru sangat berarti bagi kemajuan bangsa. Percayalah bahwa di balik setiap prestasi dan mimpi yang tumbuh, selalu ada kehadiran sosok guru yang membimbing dengan tulus,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *