Palangka Raya, neonusantara.id – Tokoh masyarakat menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat harus dijadikan gerakan bersama untuk memperluas pemerataan pendidikan. Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak sekadar urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat.Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal, organisasi non-pemerintah, lembaga pendidikan, hingga pemuda sangat penting agar Sekolah Rakyat dapat tumbuh sebagai lembaga pendidikan inklusif.
Gerakan kolektif ini diharapkan mampu menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kawasan terpinggir. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya opsi pendidikan untuk mereka yang kesulitan biaya, tetapi juga perlu diintegrasikan dengan kegiatan sosial dan ekonomi lokal agar benar-benar memberdayakan komunitas. Ia mendorong agar sekolah tersebut menjadi pusat kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara holistik. Lebih jauh, ia mengatakan bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat harus transparan dan profesional.
Pengawasan bersama dari pemerintah, komunitas, dan orang tua siswa dianggap sebagai kunci agar kualitas pendidikan dan manajemen sekolah terjaga. Ia juga mengusulkan agar program Sekolah Rakyat diiringi dengan penguatan kapasitas guru lokal — misalnya lewat pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran — agar proses belajar mengajar tidak tertinggal meski berada di daerah jauh.
Dengan semangat gotong-royong, ia berharap Sekolah Rakyat menjadi instrumen strategis untuk menutup kesenjangan pendidikan dan menciptakan generasi muda yang berdaya saing sekaligus berakar pada nilai lokal. (red)





















