banner 728x250

Koleksi Huma Betang dari Kalteng Bawa Filosofi Budaya ke Panggung Nasional

Palangka Raya, neonusantara.id – Partisipasi Kalimantan Tengah dalam Jakarta Fashion Week (JFW) menjadi bukti kegemilangan budaya lokal yang mampu bersinar di panggung nasional dan berpotensi mendunia. Melalui ajang ini, wastra khas Kalteng diperkenalkan dengan gaya modern sekaligus membawa nilai filosofi adat.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyatakan bahwa keikutsertaan provinsi dalam JFW adalah upaya strategis memperkuat identitas budaya dan memperluas jangkauan produk wastra ke khalayak lebih luas.Dalam peragaan tersebut, motif khas Kalimantan Tengah seperti batang garing, burung enggang, dan flora lokal dikemas dalam balutan busana kontemporer.

Selain itu, kerajinan rotan dan kuliner khas daerah juga ditampilkan sebagai representasi ekonomi kreatif lokal. Desainer nasional Ayu Dyah Andari bekerja sama dengan Dekranasda menghadirkan koleksi “Huma Betang Lantunan Meniti Kenangan” yang menggambarkan filosofi rumah besar sebagai simbol persatuan dan keterbukaan. Koleksi ini menampilkan lima warna khas Kalteng yang melambangkan identitas dan tradisi masyarakat setempat.

Partisipasi di JFW juga menjadi sarana memperkuat daya saing para perajin dan UMKM setempat. Dengan panggung fashion bergengsi, produk kreatif lokal mendapat kesempatan untuk dilihat, diapresiasi, dan diperluas pasarnya. Aisyah berharap bahwa momentum ini tidak hanya menjadi pertunjukan sekali saja. Ia menargetkan kerja sama lanjutan dalam event fesyen nasional dan internasional, agar wastra Kalteng terus diakui dan diolah sebagai identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *