Palangka Raya, neonusantara.id — Dalam rangka memperingati HUT ke-64, Bank Kalteng memperkenalkan inovasi baru berupa Digital Lounge, sebuah layanan berbasis teknologi yang dirancang sebagai “mini bank” modern. Kehadiran fasilitas ini menandai langkah nyata Bank Kalteng dalam mempercepat transformasi digital dan memperluas akses layanan keuangan di Kalimantan Tengah.
Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan bahwa Digital Lounge dilengkapi dengan fasilitas Self Service Bank (SSB) yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi secara mandiri, tanpa harus berinteraksi langsung dengan petugas bank.
“Digital Lounge ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang cepat dan fleksibel. Melalui mesin SSB, nasabah bisa membuka rekening, mengganti kartu, hingga memperbarui data kapan saja tanpa batasan jam kerja,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, Digital Lounge tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan perbankan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan edukasi finansial bagi generasi muda. Di dalamnya tersedia fasilitas kafe dan Wi-Fi gratis yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
“Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan edukatif, agar masyarakat, khususnya anak muda, lebih dekat dengan layanan digital Bank Kalteng sekaligus memahami manfaat cashless society,” tambahnya.
Selain Digital Lounge, Bank Kalteng juga memperkenalkan layanan e-money dan QRIS Merchant sebagai bagian dari ekosistem transaksi digital. Maslipansyah menuturkan, langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memperluas pasar dan mempercepat perputaran ekonomi daerah.
“Transaksi dengan QRIS membuat dana tetap berputar di Bank Kalteng. Ini bukan hanya memperkuat posisi kami sebagai bank daerah, tapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal,” katanya.
Ke depan, Bank Kalteng berencana mengembangkan Digital Lounge sebagai pusat konsultasi bisnis berbasis teknologi. Melalui fitur smart dashboard, masyarakat akan dapat memperoleh informasi usaha dan layanan keuangan tanpa harus bertatap muka langsung.
Maslipansyah menegaskan, Bank Kalteng kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang adaptif, berintegritas, dan berpijak pada nilai-nilai lokal. “Kami kuat dalam struktur dan digitalisasi, namun tetap menjaga karakter lokal seperti Huma Betang dan Semangat Belumba Adat dalam setiap langkah pelayanan,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov Kalteng yang mendorong perusahaan investasi menggunakan layanan Bank Kalteng. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu layanan dan memperluas kepercayaan publik.
“Banyak perusahaan kini menempatkan dana di Bank Kalteng, tapi kami tidak ingin hanya mengandalkan kebijakan. Kami ingin masyarakat datang karena puas dengan pelayanan kami,” ujarnya.
Maslipansyah menambahkan, seluruh dana yang dihimpun akan diarahkan untuk pembiayaan produktif guna memperkuat perekonomian daerah. “Kami pastikan dana tidak hanya mengendap, tapi digunakan untuk kredit usaha dan pembangunan daerah agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (red)



















