banner 728x250

Gubernur Kalteng Buka Rakerwil I TBBR, Ajak Masyarakat Dayak Perkuat Persatuan dan Kemandirian

Foto: Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, saat membuka Muswil I TBBR. (Istimewa)

Palangka Raya, neonusantara.id — Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri pengurus TBBR se-Kalimantan Tengah, tokoh adat, serta unsur Forkopimda. Rakerwil menjadi wadah konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran masyarakat adat Dayak di tengah dinamika pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menegaskan pentingnya kebersamaan dan gotong royong sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

“Kita harus bersatu, bergandengan tangan membangun Kalimantan Tengah. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar Agustiar.

Ia menilai TBBR memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai adat, serta mendorong keterlibatan masyarakat Dayak dalam pembangunan.

“TBBR adalah wadah yang kuat, berani, dan berkomitmen. Pemerintah daerah sangat menghargai perannya dalam memperkuat solidaritas masyarakat adat dan menjaga keharmonisan di daerah,” ucapnya.

Agustiar juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses pendidikan dan kesehatan secara merata hingga ke pelosok pedalaman. Ia menilai pemerataan layanan publik menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

“Pemerintah ingin memastikan setiap warga, baik di kota maupun di pedalaman, bisa menikmati pendidikan dan layanan kesehatan yang setara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW TBBR Kalimantan Tengah, Agusta Rachman, menyampaikan bahwa Rakerwil I ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan dan arah perjuangan organisasi.

“Rakerwil kali ini kami fokuskan pada evaluasi dan penyusunan rencana kerja ke depan, termasuk menjalin sinergi dengan pemerintah dan pihak swasta,” tutur Agusta.

Ia menambahkan, TBBR tengah menyiapkan pembentukan koperasi sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Melalui koperasi, kami ingin TBBR menjadi organisasi yang produktif dan mampu berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adat,” ujarnya.

Agusta menegaskan, TBBR akan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Dayak berdasarkan data dan fakta yang terverifikasi.

“TBBR hadir bukan untuk provokasi, tapi untuk pembelaan berbasis bukti nyata. Kami ingin menjaga marwah masyarakat adat dengan cara yang bermartabat,” tegasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *