banner 728x250

Cegah Karhutla, Pemprov Kalteng Matangkan Rencana OMC

Foto: Suasana rapat persiapan OMC di Provinsi Kalteng. (Istimewa)

Palangka Raya, neonusantara.id — Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di awal musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat dengan menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi darurat.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, pemerintah daerah langsung menggelar koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program hujan buatan tersebut. Rapat teknis digelar di Kantor Operasional Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Palangka Raya, Selasa (5/8/2025), guna memverifikasi kelayakan pesawat penyemai awan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, menjelaskan bahwa OMC merupakan bagian dari strategi pencegahan karhutla di tengah minimnya curah hujan.

“Rencana pelaksanaan OMC ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana karhutla, khususnya dalam mengantisipasi dampak musim kemarau yang saat ini mulai dirasakan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Alpius.

Rapat diikuti berbagai pihak strategis, di antaranya BMKG, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia, Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan BNPB dan TNI AU.

OMC akan menggunakan teknik penyemaian awan dengan bahan kimia tertentu, untuk menimbulkan hujan buatan yang dapat membasahi lahan gambut dan kawasan rawan terbakar. Langkah ini diambil karena curah hujan alami diperkirakan terus menurun dalam waktu dekat.

“Kami berharap melalui OMC, peluang terjadinya karhutla skala besar bisa ditekan sedini mungkin. Upaya ini akan lebih efektif jika didukung kerja sama semua pihak dan kesiapsiagaan masyarakat,” tambah Alpius.

Meski demikian, Alpius menekankan bahwa OMC hanyalah satu bagian dari keseluruhan strategi penanggulangan. Patroli terpadu, pengawasan lapangan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran tetap menjadi ujung tombak pencegahan.

“OMC adalah bagian dari solusi, bukan satu-satunya. Sinergi lintas sektor sangat krusial dalam menjamin efektivitas kebijakan dan respons terhadap ancaman bencana,” tegasnya.

Apabila seluruh perangkat teknis telah siap, pelaksanaan OMC akan segera dilakukan. Pemerintah daerah berkomitmen mencegah terulangnya bencana kabut asap seperti yang pernah melanda wilayah ini di tahun-tahun sebelumnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *