Palangka Raya, neonusantara.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Ceramah Muatan Teknis Substansi Lembaga (MTSL) bagi peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun 2025, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk peserta dari Golongan II Angkatan II serta Golongan III Angkatan VI hingga X, dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Ceramah menghadirkan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, yang membahas peran strategis ASN dalam pembangunan daerah. Dalam paparannya, Hamka mengajak para peserta Latsar untuk tidak hanya menguasai aspek teknis birokrasi, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya dan karakter lokal sebagai fondasi pelayanan publik yang lebih inklusif dan kontekstual.
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjunjung nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat, termasuk filosofi Huma Betang yang telah lama menjadi panduan dalam kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah.
“Semangat kebersamaan, toleransi, dan keadilan sosial yang terkandung dalam nilai Huma Betang harus terinternalisasi dalam sikap dan tindakan ASN. Pelayanan publik tidak boleh semata-mata bersifat administratif, tapi juga harus mencerminkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat lokal,” ungkap Hamka.
Kegiatan berlangsung dalam suasana partisipatif, dengan antusiasme peserta yang terlihat aktif berdiskusi dan bertanya selama sesi tanya jawab. Ceramah ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta tentang tantangan pembangunan di daerah serta pentingnya peran ASN sebagai agen perubahan.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, dalam pernyataan terpisah menjelaskan bahwa kegiatan MTSL merupakan bagian integral dari pembentukan karakter ASN yang berwawasan luas dan peka terhadap dinamika daerah.
Ia menekankan bahwa ASN masa depan harus memiliki landasan nilai yang kuat, memahami arah pembangunan nasional dan daerah, serta mampu merespons perubahan sosial secara adaptif.
“Bekal wawasan seperti ini sangat penting agar para ASN muda tidak hanya bekerja secara prosedural, tetapi juga mampu mengambil peran dalam mendorong kemajuan daerah melalui pelayanan yang berempati dan berorientasi pada masyarakat,” ujar Nunu.
Melalui kegiatan ini, BPSDM berharap para peserta Latsar mampu mengintegrasikan pemahaman teknis, nilai-nilai budaya, dan visi pembangunan dalam setiap tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara di Kalimantan Tengah. (red)



















