banner 728x250

Pemprov Kalteng Umumkan Capaian Program 100 Hari Kerja: Fokus Layanan Publik, Ekonomi Rakyat, dan Infrastruktur

Palangka Raya, — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, membeberkan capaian program 100 hari kerja dalam konferensi pers yang digelar di Istana Isen Mulang pada Senin (2/6/2025).

Dalam pemaparannya, pemprov menegaskan komitmen untuk mewujudkan visi “Kalteng Berkah, Kalteng Maju” melalui berbagai terobosan di bidang pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.

Salah satu pencapaian utama adalah suksesnya pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan se-Kalimantan Tengah. Sebanyak 1.571 koperasi telah terbentuk secara serentak, sebagai simbol kemandirian ekonomi desa. Program ini secara nasional diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pada 22 Mei 2025.

Di sektor pendidikan, Program Kuliah Gratis Huma Betang 1 Rumah 1 Sarjana telah membantu 3.060 mahasiswa melalui subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di 32 perguruan tinggi. Pemerintah juga mendorong digitalisasi pendidikan dengan menyediakan ribuan perangkat teknologi: 4.339 papan tulis interaktif, 874 set panel surya, dan 321 unit Starlink untuk memperkuat konektivitas di sekolah-sekolah terpencil.

Layanan kesehatan masyarakat turut menjadi sorotan utama. Sebanyak 18.214 warga telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus disinkronkan melalui integrasi Kartu Huma Betang Sejahtera, yang mencakup lebih dari 560 ribu warga.

Tak hanya itu, sejumlah layanan medis juga diberikan tanpa biaya, seperti operasi katarak (54 mata), bibir sumbing (10 anak), mamografi (11 orang), intervensi jantung anak (8 anak), USG kehamilan (35 orang), serta pemberian nutrisi tambahan bagi 273 ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi kronis (KEK). Pemerintah juga mengadakan khitanan massal gratis, cek kesehatan di 195 puskesmas, serta menempatkan tenaga kesehatan di 55 pos siaga mudik.

Dalam upaya menekan angka stunting, Kalimantan Tengah mencatatkan penurunan prevalensi sebesar 1,4% pada tahun 2024, menjadi 22,1%. Target tahun 2025 adalah turun lagi menjadi 20,6%. Upaya percepatan ini diwujudkan melalui koordinasi lintas sektor, penandatanganan komitmen bersama, pemetaan anggaran, serta kolaborasi dengan BKKBN dalam program GENTING (Gerakan Tanggap Stunting).

Di bidang infrastruktur, proyek peningkatan jalan Palangka Raya–Kuala Kurun sepanjang 152 kilometer telah rampung dan kini sudah 100% fungsional. Waktu tempuh yang sebelumnya mencapai 4 jam kini berkurang menjadi sekitar 2,5 jam dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, mempercepat konektivitas antarwilayah dan mobilitas masyarakat.

“Semua capaian ini bukan semata untuk mengejar angka, tapi untuk memastikan bahwa kebijakan dan program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegas Gubernur Agustiar Sabran dalam penutup keterangannya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *