Palangka Raya, neonusantara.id – Peran kader Posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat dinilai terlalu penting jika hanya dipandang sebagai pekerjaan sosial tanpa dukungan kesejahteraan yang memadai. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan, mendorong pemerintah memberi perhatian lebih terhadap insentif para kader.
Tomy mengatakan kader Posyandu selama ini berada paling dekat dengan masyarakat. Mereka ikut membantu berbagai program kesehatan, termasuk upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Namun, besarnya peran tersebut dinilai belum sebanding dengan insentif yang diterima.
“Banyak aspirasi yang kami terima, tapi yang paling sering muncul adalah soal kader Posyandu. Mereka bekerja keras membantu masyarakat, namun insentif yang diterima sangat kecil,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut Tomy, peningkatan kesejahteraan kader perlu ditempatkan sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Ia pun mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng mempertimbangkan pemberian subsidi maupun dukungan tambahan bagi kader Posyandu. Usulan tersebut juga telah disampaikan kepada Bupati Kapuas dan mendapat respons positif.
“Kami akan dorong Dinas Kesehatan Provinsi untuk mempertimbangkan subsidi atau dukungan tambahan bagi kader Posyandu di kelurahan. Saya juga sudah menyampaikan hal ini ke Bupati Kapuas, dan mendapat tanggapan positif,” ujarnya.
Tomy menilai kader Posyandu membantu pemerintah memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke tengah masyarakat. Karena itu, penghargaan terhadap pengabdian mereka dinilai tidak cukup hanya dalam bentuk apresiasi moral.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan dukungan yang lebih layak sehingga para kader tetap memiliki motivasi menjalankan tugas dan pelayanan kesehatan masyarakat semakin kuat.
“Para kader ini bekerja bukan untuk mencari keuntungan, tapi karena kepedulian terhadap masyarakat. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan insentif yang layak. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi kader Posyandu yang dibayar rendah. Mereka adalah ujung tombak kesehatan masyarakat yang patut mendapat penghargaan dari pemerintah,” pungkas Tomy.





















