banner 728x250

Kabupaten Barito Utara Kukuhkan Dominasi Budaya, dengan Raih Juara Umum FBIM 2026

Foto: Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin saat menerima hadiah juara umum FBIM Kalteng 2026.

Palangka Raya, Neonusantara.id — Kontingen Kabupaten Barito Utara berhasil mengukir prestasi tertinggi pada ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 dengan meraih gelar Juara Umum. Penghargaan tersebut diumumkan pada malam penutupan FBIM yang dirangkaikan dengan Huma Betang Night dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026) malam.

Predikat juara umum diraih setelah kontingen Barito Utara mencatatkan hasil terbaik pada sejumlah cabang perlombaan seni dan budaya yang digelar selama festival berlangsung. Salah satu prestasi yang menjadi penentu adalah keberhasilan meraih Penyaji Terbaik I pada kategori Karnaval Budaya tingkat kabupaten dan kota.

Penampilan kontingen Barito Utara mendapat apresiasi karena mampu menampilkan kekayaan budaya daerah secara atraktif dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat. Ragam seni, adat istiadat, dan kearifan lokal ditampilkan secara harmonis sehingga menarik perhatian dewan juri maupun masyarakat yang menyaksikan.

Piala bergilir Juara Umum diserahkan langsung oleh Agustiar Sabran kepada Shalahuddin yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan kontingen Barito Utara.

Shalahuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, budayawan, peserta, serta masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi keberhasilan tersebut.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh tim. Kami bersyukur Barito Utara dapat kembali mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya daerah sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Pelestarian budaya juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Pada kesempatan yang sama, Agustiar Sabran menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya harus terus didukung karena memiliki manfaat besar dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Linae Victoria Aden menyampaikan bahwa FBIM 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Selain menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, FBIM juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, sektor perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung lainnya di Kota Palangka Raya.

Keberhasilan meraih gelar Juara Umum FBIM 2026 semakin mempertegas komitmen Barito Utara dalam mendukung pelestarian budaya daerah. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.

Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi dengan sudut pandang fokus pada kemenangan karnaval budaya, dampak bagi pariwisata, atau capaian kontingen Barito Utara selama FBIM 2026. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *