Muara Teweh, Neonusantara.id — Realisasi investasi di Kabupaten Barito Utara pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp2,24 triliun yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Barito Utara, Jufriansyah, menyampaikan bahwa kontribusi investasi tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp438 miliar dan PMDN sebesar Rp1,81 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut turut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah. Tercatat sebanyak 1.635 tenaga kerja lokal terserap, serta 36 tenaga kerja asing yang turut berkontribusi dalam kegiatan usaha di Barito Utara.
“Investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal,” ujar Jufriansyah, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, DPMPTSP juga mencatat penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) sebanyak 2.167 pada tahun 2025. Hingga April 2026, jumlah tersebut kembali bertambah sebanyak 592 NIB baru.
Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang akan mengintegrasikan sekitar 15 gerai layanan dari berbagai instansi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Pemkab Barito Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong investasi yang berkelanjutan melalui penyusunan regulasi daerah, termasuk raperda, guna memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. (Sumber: Antara)





















