Muara Teweh, Neonusantara.id — Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memperkuat langkah pencegahan konflik sosial guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah berbagai dinamika yang berkembang di daerah.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Barito Utara, Rayadi AR, mengatakan bahwa upaya pencegahan konflik memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga warga di tingkat akar rumput.
“Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Dengan konsolidasi dan koordinasi yang baik antarpemangku kepentingan, potensi konflik dapat diidentifikasi serta ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” ujar Rayadi, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, Kesbangpol terus mendorong penguatan sistem deteksi dan peringatan dini sebagai bagian dari strategi menjaga kondusivitas daerah. Selain itu, pendekatan dialogis dan penyelesaian perselisihan secara damai juga menjadi langkah yang dikedepankan dalam meredam potensi gesekan di masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati antarwarga menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat toleransi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul,” katanya.
Rayadi menambahkan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat harus terus diperkuat demi mendukung kelancaran pembangunan di Kabupaten Barito Utara.
“Jika seluruh unsur masyarakat berperan aktif menjaga kerukunan dan ketertiban, maka stabilitas daerah akan tetap terjaga dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (red)





















