banner 728x250

Misi Dagang Provinsi Kalteng dan Jatim, Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Foto: Gubernur Kalteng dan Gubernur Jatim beserta jajarannya, berfoto bersama. (MMC Kalteng)

Palangka Raya, Neonusantara.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Misi Dagang Tahun 2026 di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/4/2026), sebagai upaya memperluas jejaring perdagangan dan investasi antardaerah.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dalam sambutannya menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas wilayah.

“Dengan wilayah luas dan sumber daya alam melimpah, Kalimantan Tengah memiliki potensi serta peluang investasi yang strategis dan prospektif,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, hilirisasi industri, serta pengembangan potensi unggulan daerah berbasis pembagian tiga zona wilayah, yakni Barat, Tengah, dan Timur.

Agustiar juga menyoroti pengembangan sektor perikanan melalui program shrimp estate udang vaname sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan daerah.

“Program ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produksi, ekspor, dan kemandirian pangan daerah. Secara lebih luas, hilirisasi industri, khususnya kelapa sawit, diyakini mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi, ketahanan energi, dan pertumbuhan berkelanjutan,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa kerja sama antardaerah perlu melibatkan berbagai pihak agar memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi hal penting, tidak cukup hanya government to government tetapi melibatkan sektor swasta dan berbagai institusi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Misi Dagang bukan hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan antardaerah dalam kerangka pembangunan nasional.

“Misi Dagang ini tidak sekadar transaksi ekonomi, tetapi upaya memperkuat sinergi antarwilayah di Indonesia,” ungkapnya.

Khofifah mengungkapkan nilai transaksi dalam kegiatan tersebut telah mencapai angka triliunan rupiah hingga siang hari dan diperkirakan terus meningkat.

“Hingga pukul 13.00, nilai transaksi dalam kegiatan Misi Dagang ini telah mencapai triliunan rupiah dan diperkirakan terus bertambah hingga kegiatan berakhir,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus dilakukan untuk memperkuat perdagangan antardaerah.

“Kegiatan Misi Dagang ini adalah yang ketiga di tahun 2026 dan yang ke-51 sejak tahun 2019,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan keterlibatan ratusan pelaku usaha dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar.

“Sebanyak 159 pelaku usaha terlibat, 59 di antaranya dari Jawa Timur yang hadir langsung. Kami berharap transaksi yang terjadi dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di Jawa Timur dan Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut diisi dengan penandatanganan kerja sama antara kedua pemerintah provinsi serta pertukaran cenderamata sebagai simbol penguatan hubungan dan kemitraan antardaerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *