banner 728x250

Pemprov Kalteng Kembangkan Pendidikan Gratis dan Vokasi Pertanian untuk Cetak SDM Terampil

Foto: Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

Palangka Raya, Neonusantara.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkenalkan program pendidikan terpadu yang mencakup sekolah gratis, kuliah gratis, hingga penguatan vokasi berbasis pertanian sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kamis (05/03/2026).

Peluncuran yang berlangsung di Aula Jayang Tingang ini menjadi bagian dari kebijakan pembangunan jangka panjang daerah yang menitikberatkan pada pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap diterapkan.

Salah satu fokus utama adalah program vokasi Diploma 1 (D1) yang dijalankan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Program ini mengedepankan pembelajaran berbasis praktik dengan komposisi 70 persen kegiatan lapangan dan 30 persen teori di kelas.

“Inisiatif ini bertujuan mendorong minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Saat praktik, peserta tidak hanya belajar, tetapi juga memperoleh penghasilan dari hasil yang mereka kelola,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah pandangan generasi muda terhadap pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi sejak masa pendidikan.

Program vokasi ini juga diintegrasikan dengan program nasional cetak sawah rakyat, sehingga memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kalimantan Tengah.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan menggandeng sejumlah instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kehutanan, dengan dukungan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi.

Reza menyebutkan, program ini menargetkan sebanyak 2.000 peserta dengan masa pendidikan selama satu tahun, dan proses pendaftaran akan difasilitasi melalui Universitas Muhammadiyah Palangkaraya sebagai mitra utama.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu solusi konkret dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap masuk ke sektor produktif sekaligus memperluas akses pendidikan di daerah.

“Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, Pemprov Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif, terintegrasi, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *