banner 728x250

Bambang Irawan Ingatkan GRIB Jaya Pentingnya Pahami Budaya Lokal

Palangka Raya, neonusantara.id – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, memberikan perhatian serius terhadap pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) di Kalimantan Tengah. Ia menekankan bahwa organisasi masyarakat yang telah diakui secara hukum dan memenuhi ketentuan perizinan patut dihormati kehadirannya, selama tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Bambang menjelaskan bahwa meskipun GRIB Jaya berstatus legal, organisasi tersebut tetap harus memahami dan menghormati karakter sosial budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menilai, penolakan terhadap keberadaan suatu organisasi bisa saja terjadi apabila ormas tersebut tidak selaras dengan nilai-nilai lokal yang dianut oleh masyarakat.

Organisasi masyarakat juga perlu memiliki pemahaman terhadap karakteristik dan kebudayaan setempat. Jika keberadaan mereka bertentangan dengan budaya masyarakat lokal, maka penolakan adalah sesuatu yang wajar, ujarnya pada Rabu, 3 Februari 2025.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa GRIB Jaya tidak serta-merta ditolak keberadaannya. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana pemahaman ormas tersebut terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menyarankan agar GRIB Jaya dapat membuka ruang dialog dan membangun komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan yang telah lama berdiri di daerah tersebut.

GRIB Jaya sebaiknya menjalin hubungan baik dengan ormas-ormas lokal di Kalimantan Tengah. Di sini ada forum kebangsaan yang menaungi beragam organisasi dan paguyuban. GRIB Jaya perlu membuka diri dan berdiskusi secara terbuka, jelas Bambang.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan organisasi masyarakat harus disertai dengan pemahaman mendalam terhadap adat istiadat, budaya, serta karakter daerah. Tanpa itu, keberadaan organisasi masyarakat dianggap kurang bermanfaat.

Kalimantan Tengah tidak menolak kehadiran ormas, namun perlu dipastikan bahwa mereka memahami nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Jika tidak ada pemahaman tersebut, maka keberadaan ormas itu tidak akan membawa manfaat, ucapnya.

Sebagai langkah yang membangun, Bambang mengajak GRIB Jaya untuk menjalin komunikasi dengan forum kebangsaan di Kalimantan Tengah yang saat ini menaungi tidak kurang dari 86 organisasi dan paguyuban. Menurutnya, kerja sama yang harmonis antarlembaga kemasyarakatan akan memperkuat kerukunan dan mempererat keberagaman di daerah ini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *