banner 728x250

Marak Terjadi Penipuan Melalui Whatsapp, Kini Pj. Bupati Mura Jadi Korban

#purukcahu #murungraya #kalteng #kalimantantengah #neonusantara #neonusantara.id

Puruk Cahu, neonusantara.id – WhatsApp merupakan salah satu media sosial populer yang hampir digunakan dan dimiliki oleh semua orang di masa sekarang. Hal ini tentu menjadikan WhatsApp sebagai sarana bertukar informasi, promosi, silahturahmi dan update tentang eksistensi yang dimiliki.

WhatsApp dapat membuat pengguna saling berbagi informasi, bertukar pesan, serta berbagi foto dan video bahkan dapat dijadikan media promosi yang efektif di era digital sekarang.

Bila digunakan untuk hal positif tentu saja sangat bermanfaat. Namun bila digunakan sebaliknya maka akan sangat merugikan pemilik media sosial tersebut.

Hal ini tidak menutup kemungkinan juga penyalahgunaan akun dengan memakai nama pejabat untuk tujuan tertentu.

Beredar sebuah akun WhatsApp palsu menggunakan foto profil dan nama Pj Bupati Murung Raya (Mura), Hermon secara pribadi memberikan klarifikasi serta mengimbau masyarakat untuk tidak menanggapi pesan yang mengatasnamakan dirinya dalam bentuk apapun, karena terindikasi hoaks dan disinyalir memiliki tujuan dengan motif tertentu.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Murung Raya melalui Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Hendry Januardy saat dihubungi, senin (11/12/2023) malam mengatakan, setelah dilakukan konfirmasi dengan Pj Bupati Murung Raya, Hermon, beliau mengatakan bahwa akun tersebut palsu dan tidak benar.

“Bapak Pj Bupati meminta agar seluruh masyarakat jangan menanggapi pesan dan melayani apapun, maksudnya bila akun WhatsApp tersebut meminta atau semacamnya,” kata Hendry.

Hendry juga mengatakan, dengan adanya juga konfirmasi dari Diskominfo SP Kab.Mura terkait akun yang diduga digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan Pj Bupati Mura ini, jelas kalau itu akun palsu.

“Saya himbau masyarakat agar bijak bermedia sosial, jangan sampai tertipu, selalu waspada terhadap model kejahatan baru di media sosial,” pungkas Hendry. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *